3200400-457200Nama

3200400-457200Nama : Ragil Tirta MandiriNIM : 26060117140026
Kelas : THP A 2017
Makul : Toksikologi Hasil Perikanan00Nama : Ragil Tirta MandiriNIM : 26060117140026
Kelas : THP A 2017
Makul : Toksikologi Hasil Perikanan
Clostridium perfringensBakteri adalah suatu kelompok mikroorganisme prokariotik bersel tunggal yang sangat beragam dan terdapat dimana-mana. Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Di sebelah luar dinding sel terdapat selubung atau kapsul. Di dalam sel bakteri tidak terdapat membrane dalam (endomembran) dan organel bermembran sperti kloroplas dan mitokondria.Clostridium perfringens adalah bakteri patogen gram positif, pembentuk spora,non-motil dan mampu tumbuh pada keadaan lingkungan dengan sedikit oksigen(aerotoleran). Bakteri ini tersebar luas di lingkungan dan sering terdapat di dalam usus manusia, hewan peliharaan dan hewan liar. Spora organisme ini dapat bertahan di tanah, endapan, dan tempat-tempat yang tercemar kotoran manusia atau hewan. Clostridium perfringens merupakan salah satu agen penyebab penyakit asal pangan.
Beberapa karakteristik dari bakteri ini adalah non-motil (tidak bergerak), sebagian besar memiliki kapsul polisakarida, dan dapat memproduksiasam dari laktosa. Bakteri ini dapat hidup pada suhu 15-55 °C, dengan suhu optimum antara 43-47 °C. Clostridium perfringens dapat tumbuh pada pH 5-8,3 dan memiliki pH optimum pada kisaran 6-7. Sebagian Clostridium perfringens dapat menghasilkan enterotoksin pada saat terjadi sporulasi dalam usus manusia. Menurut Windiana et al (2014), Beberapa karakteristik C. perfringens yang berkontribusi terhadap kemampuan untuk menimbulkan penyakit, yaitu spora yang mampu bertahan pada suhu pemasakan, waktu generasi yang singkat dalam kondisi pangan hangat, dan kemampuan menghasilkan enterotoksin dalam gastrointestinal manusia.

Clostridium perfringens yang biasa ditemui pada infeksi sebagai komponen dari floranormal. Dalam hal ini, peran dalam penyakit minor.Infeksi karena C. perfringens menunjukkan bukti nekrosis jaringan, bakteremia,kolesistitis emphysematous, dan gangren gas, yang juga dikenal sebagai myonecrosisclostridial. Toksin yang terlibat dalam gangren gas dikenal sebagai toksin, yang memasukkan ke dalam membran plasma sel, memproduksi kesenjangan dalamselaput yang mengganggu fungsi sel normal. Setelah konsumsi, bakteri berkembang biak dan menyebabkan kolik, diare, dankadang-kadang mual.

Clostridium perfringens termasuk toksikoinfeksi. Toksikoinfeksi merupakan penyakit keracunan makanan yang terjadi akibat mengkonsumsi sejumlah besar sel hidup dari bakteri patogen yang mengkontaminasi makanan maupun minuman. Bakteri tersebut mengalami sporulasi atau mati dan menghasilkan toksin sehingga menimbulkan gejala. Spesies bakteri ini dibagi menjadi 5 tipe berdasarkan eksotoksin yang dihasilkan, yaitu A, B, C, D, dan E. Sebagian besar kasus keracunan makanan karena C. perfringens disebabkan oleh galur tipe A, dan ada pula yang disebbkan oleh galur tipe C.
Clostridium perfringens menyebabkan penyakit keracunan makanan yang dapat berdampak pada penyakit gastroenteritis. Keracunan makanan ´perfringens´ merupakan istilah yang digunakan untuk keracunan makanan yang disebabkan oleh C. perfringens . Penyakit yang lebih serius, tetapi sangat jarang, juga disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi strain Type C. Penyakit yang ditimbulkan strain type C ini dikenal sebagai enteritis necroticans atau penyakit pig-bel .Keracunan perfringens secara umum dicirikan dengan kram perut dan diare yang mulai terjadi 8-22 jam setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak C. perfringens penghasil toxin penyebab keracunan makanan. Penyakit ini biasanya sembuh dalam waktu 24 jam, namun pada beberapa individu, gejala ringan dapat berlanjut sampai 1 hingga 2 minggu. Menurut Brynestad dan Granum (2002), Penyakit terjadi akibat enterotoksin diproduksi di gastrointestinal, yaitu setelah teringesti dosis infektif minimal 107 selvegetatif per gram pangan. Inkubasi penyakit sekitar 8 – 12 jam (6 – 24 jam), dan symptom dimulai dengan terjadinya nyeri abdominal yang akut, diare kadang mual. Meskipun penyakit bersifat self limiting (dapat sembuhsendiri), kematian dapat terjadi, yaitu akibat dehidrasi, yang dijumpai terutama pada individu lemah.

Gastroenteritis adalah salah satu penyakit yang disebakan oleh Clostridium perfringens. Gastroenteritis ini disebabkan karena memakan makanan yang tercemar oleh toksin (racun) yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium perfringens. Cara penularannya dengan menelan makanan yang terkontaminasi oleh tanah dan tinja dimana makanan tersebut sebelumnya disimpan dengan cara yang memungkinkan kuman berkembangbiak. Gejala yang ditunjukan biasanya kram perut dan diare, muntah dan demam tidak seperti biasanya. Biasanya gejala-gejala tersebut bisa diatasi dalam 24jam. Gelaja lain yang ditimbulkan antara lain kehilangan nafsu makan, mual, kesulitan bernapas, batuk. Mulut dan tenggorokan sakit dengan beberapa darah di air liur dan dahak, kulit kemerahan, gatal, ruam atau lecet.

Pencegahan keracunan makanan oleh bakteri Clostridium perfringens dapat dicegah dengan pendidikan tentang dasar-dasar kebersihan dalam sanitasi makanan, jangan biarkan makanan berada pada suhu kamar yang memungkinka mikroorganisme yang mengkontaminasi berkembang biak, lakukan pemasakan dengan sempurna sebelum dihidangkan agar dapat tercegah dari infeksi dan keracunan.

Pengobatan penyakit keracunan makanan oleh bakteri Clostridium perfringens belum ada pengobatan khusus atau obat yang ditetapkan untuk racun Clostridium perfringens. Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan, penderita diberi cairan dan dianjurkan untuk istirahat. Pada kasus yang berat, diberikan penicillin. Jika penyakit ini sudah merusak bagian dari usus halus, mungkin perlu diangkat melalui pembedahan.Daftar PustakaBrynestad, S. dan P.E. Granum. 2002. Clostridium perfringens and foodborne infections. Int JFood Microbiol. 74:195-202.Mustika Arta. (2015, 21 September). Clostridium perfringens. Diperoleh 11 September 2018, dari http://mustikaartajaya.blogspot.com/2015/09/clostridium-perfringens.htmlNada Ilmu. (2013, 28 Januari). Bakteri Clostridium perfringens. Diperoleh 11 September 2018, dari http://nada-ilmu-23.blogspot.com/2013/01/bakteri-clostridium-perfringens.htmlWindiana, D., R. Naim dan D.W. Lukman. 2014. Isolasi C. perfringens Tipe A dari Daging Sapi yang Dijual di Beberapa Kios Daging terhadap Antimikroba. Lokakarya Nasional Keamanan Pangan Produk Peternakan : 136-143.